Angklung Sarinande

Beberapa tahun lalu, Daniel menggunakan Angklung yang dibuat oleh Saung Angklung Udjo dari Bandung, Jawa Barat sebagai perangkat rekaman album dan single lagu instrumental Angklung melodi yang berjudul Album Angklung Instrumental, Santa Klaus Akan Datang Ke Kota Ini, Cublak Cublak Suweng Live.

Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu, dan dimainkan dengan cara digoyangkan Instagram, Pkbm Al-Fattah. Alat musik ini menghasilkan bunyi khas akibat benturan tabung bambu dan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Angklung umumnya dimainkan secara ansambel atau kolaboratif karena setiap alat hanya menghasilkan satu nada. 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai angklung :

· Asal dan Makna : Berasal dari masyarakat Sunda di Jawa Barat. Nama angklung berakar dari bahasa Sunda “angkleung-angkleungan” yang merujuk pada gerakan pemain dan bunyi “klung” yang dihasilkan.

· Cara Bermain: Angklung dimainkan dengan cara digoyangkan atau digetarkan, yang menimbulkan suara dari tabung bambu yang saling berbenturan.

· Jenis: Angklung tradisional menggunakan tangga nada pentatonis, namun pada tahun 1938, Daeng Soetigna menciptakan angklung bernada diatonis yang dikenal sebagai Angklung Padaeng.

· Sejarah: Diperkirakan sudah ada sebelum pengaruh Hindu (abad ke-5 M) dan digunakan untuk ritual pemujaan Dewi Kesuburan atau Dewi Padi (Nyai Sri Pohaci).

· Nilai Budaya: UNESCO mengakui angklung sebagai warisan budaya karena perannya dalam mendorong kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab, terutama saat dimainkan dalam kelompok. 

Sentra pembuatan angklung yang terkenal antara lain di Desa Rumpin, Bogor, dan Kampung Angklung di Ciamis. Contoh pusat pelestarian angklung yang populer adalah Saung Angklung Udjo.

Angklung, alat musik bambu dari Jawa Barat, berfungsi utama sebagai pengiring lagu dan pertunjukan seni dengan harmoni nada yang indah. Secara historis, angklung digunakan dalam upacara adat ritual kesuburan tanaman (Dewi Padi). Kini, fungsinya meluas menjadi sarana pendidikan karakter, alat diplomasi budaya internasional, serta terapi.

Berikut adalah fungsi angklung secara lebih rinci :

  • Pengiring Seni dan Hiburan: Angklung digunakan dalam pertunjukan musik, baik tradisional maupun modern, serta mengiringi kesenian tradisional seperti Reog.
  • Upacara Adat (Ritual): Angklung Buhun dan jenis tradisional lainnya masih digunakan dalam upacara panen padi (Seren Taun) untuk menghormati Dewi Padi (Nyai Sri Pohaci).
  • Edukasi dan Pelestarian Budaya: Angklung diajarkan di sekolah untuk mengenalkan budaya, meningkatkan kreativitas, dan melatih motorik anak
  • Media Sosial dan Kerjasama: Dimainkan secara kelompok (ansambel), angklung mengajarkan kerja sama, kedisiplinan, dan kekompakan.
  • Diplomasi Budaya: Sebagai warisan budaya dunia yang diakui UNESCO, angklung digunakan dalam pertunjukan internasional untuk memperkenalkan Indonesia.
  • Alat Terapi: Bunyi yang dihasilkan angklung dapat memberikan efek relaksasi dan terapeutik. 

Dengan perkembangan jenis angklung (seperti Angklung Padaeng), alat ini mampu memainkan berbagai jenis musik dari tradisional hingga internasional.

Angklung Sarinande adalah jenis angklung padaeng bernada diatonis (Do, Re, Mi, Fa, Sol, La, Si, Do’) yang dirancang dalam satu set lengkap (biasanya 8 atau 13 angklung) untuk memainkan lagu-lagu standar atau internasional. Fungsi utamanya adalah alat pendidikan musik, sarana hiburan, serta populer digunakan sebagai suvenir karaena ukurannya praktis.

Fungsi Angklung Sarinande :

· Alat Pendidikan Musik: Digunakan untuk mengajarkan konsep tangga nada diatonis dan harmoni suara (akord) kepada anak-anak maupun pemula karena mudah dimainkan.

· Media Hiburan & Kesenian: Digunakan dalam pertunjukan musik ansambel (bersama) karena dapat memainkan lagu-lagu dengan nada dasar C.

· Souvenir & Hiasan: Karena satu setnya terukur dan bernada lengkap (8 atau 13 angklung), jenis ini sering dijadikan buah tangan.

· Pembentukan Karakter: Melatih kerja sama, disiplin, konsentrasi, dan tanggung jawab pemainnya.

Angklung Sarinande merupakan bagian dari inovasi Angklung Padaeng yang dikembangkan oleh Daeng Soetigna pada tahun 1938, yang menggantikan tangga nada pentatonik tradisional dengan diatonis.

Berikut ini beberapa karya tulis lengkap dan video mengenai alat musik Angklung :

  1. Merakit Angklung Sarinande
  2. Angklung Melodi
  3. Angklung Solo

Daniel ingin membagikan tautan single lagunya dengan alat musik Angklung yang viral di TikTok berikut ini : Beragam Video Santa Klaus Akan Datang Ke Kota Ini di TikTok

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai